Tuesday, January 31, 2012


.



Bakopi adalah sebuah usaha milik dan dijalankan sendiri oleh M. Nasir Bako, Kuta Padang, Meulaboh, Aceh Barat. Produk yang ditawarkan adalah kopi bubuk halus dan kasar. Kopi Bakopi sangat diminati karena harga yang sangat terjangkau, selain rasanya yang sangat nikmat dan aroma yang sangat menggugah selera para penikmat kopi. Saat ini, kopi Bakopi sudah dikirim ke Medan, Banten, dan beberapa propinsi lainnya di Nusantara.

Bakopi memiliki cerita yang unik dalam pengolahan produknya. Awal sekali, beras kopi atau biji-biji kopi dibersihkan dengan air bersih yang mengalir untuk menghilangkan seluruh debu kotoran yang melekat padanya. Proses ini didasari oleh hukum thaharah dalam syariat Islam dan bimbingan teknis oleh Badan POM RI. Itu dilakukan mengingat selain pentingnya memperhatikan aspek kesehatan dan juga perlunya menjaga aspek syariat agar Allah SWT. meridhai bisnis kita. Apalagi kebanyakan yang mengkonsumsi kopi adalah muslim, maka mengkonsumsi makanan yang tidak suci bisa menyebabkan hati semakin jauh dari kelembutan dan timbul pengakit ghaflah (lalai dan keras hati).

Bubuk Halus. Tersedia dalam kemasan 100 gram, 250 gram, 500 gram, dan 1 kilogram:
  • Bubuk Halus Special, harga Rp130.000,- per kg
  • Bubuk Halus Kelas A, harga Rp85.000,- per kg
  • Bubuk Halus Kelas B., harga Rp75.000,- per kg 

Bubuk Kasar (cocok untuk warung/cafe). Tersedia dalam kemasan 500 gram dan 1 kilogram:
  • Bubuk Kasar, harga Rp75.000,- per kg


read more "Kopi Aceh Bakopi"

Monday, January 30, 2012


.



Penyajian kopi yang khas melalui saringan dari kain, lalu menuangkan kopi itu berpindah-pindah dari satu ceret ke ceret yang lain, dapat kita saksikan dengan jelas di Warung Kopi SOLONG ataupun warung-warung kopi lainnya di Banda Aceh. Kualitas kopi dan proses penyajian itu terus dipertahankan oleh para pengelola Warung Kopi ini yang sudah berdiri sejak 1974. Setelah selesai menikmati kopi, kini saatnya membungkus bubuk kopi Ulee Kareng ini untuk buah tangan kerabat di rumah.

Dikemas secara sederhana, Kopi Solong Ulee Kareng ini dijual dalam tiga kemasan:
  • Kemasan 1/4 kg, harga Rp25.000,-
  • Kemasan 1/2 kg, harga Rp50.000,-
  • Kemasan 1 kg, harga Rp95.000,-
Harga ini sebanding dengan kenikmatan rasa yang didapat. Di rumah, kita bisa membuat kopi sanger (kopi susu). Masukkan kopi Aceh ini ke dalam air yang masih mendidih di atas kompor, diamkan beberapa saat, angkat, dan tuang ke dalam gelas sambil disaring. Tambahkan gula dan susu kental manis. Terasa banget bedanya.
read more "Bubuk Kopi Solong"

.




Starbucks dan Swissbell Hotel adalah salah satu dari beberapa nama yang telah mempercayakan produknya pada biji kopi dari dataran Aceh. Dan kini anda dapat menemukan kenikmatan yang sama pada kemasan modern dan berkualitas ekspor dari kopi Ulee Kareng.

Terbuat dari biji kopi terbaik, Kopi Ulee kareng memberikan Anda segelas kopi dengan aroma dan cita rasa tak terlupakan. Tersedia bubuk kopi kemasan modern dan biji kopi untuk cafe-cafe, distributor, toko-toko, restoran dan hotel. 100% Halal , Sertifikasi SNI dan Dinas Kesehatan Republik Indonesia

Pilihan kemasan:
  • Kopi Ulee Kareng 100 gram (jenis robusta), kemasan plastic alumunium foil, harga Rp18.000,-
  • Kopi Ulee Kareng 200 gram (jenis robusta), kemasan plastic alumunium foil, harga Rp25.000,-
  • Kopi Ulee Kareng 300 gram (jenis arabica), kemasan standard box alumunium foil inside, harga Rp55.000,-
  • Kopi Ulee Kareng 100 gram (jenis robusta), kemasan Exlusive Box (cinderamata box style), harga Rp25.000,-
  • Kopi Ulee Kareng 3-in-1 25 gram, harga Rp25.000,-
  • Kopi Ulee Kareng 2-in-1 200 gram, harga Rp27.000,-
  • Biji Kopi telah digoreng (untuk coffee maker) per 500 gram, kemasan plastic, harga nego
  • Bubuk Kopi Kasar (untuk coffee maker) per 500 gram, kemasan plastic, harga nego



read more "Kopi Ulee Kareng"

.



Dengan bubuk kopi Robusta yang nikmat, menjadikan kopi asal Kota Lhokseumawe, Aceh Utara, memiliki citarasa nikmat yang sangat khas.

Moto "Nikmati Citarasa Kopi Acheh Sebenarnya" benar-benar nyata saat rehat sejenak di siang hari dengan teman-teman dengan secangkir kopi Sulthan. Aromanya yang khas dan rasanya yang mantap membangkitkan spirit kerja kembali di siang ini.

Kopi Sulthan Premium
Netto : 200 gram
Harga : Rp 30.000
read more "Kopi Sulthan Premium"

Sunday, January 29, 2012


Salah satu program Pemerintah Kota banda Aceh dalam rangka Visit Banda Aceh Year 2011 adalah menyelenggarakan “Aceh Coffee Festival 2011” pada 25 – 27 November 2011 lalu.

Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menggelar acara tersebut di Taman Sari Banda Aceh dengan tema “Kopi Aceh untuk Dunia”, sebagai ajang mempromosikan cita rasa dan aroma khas kopi Aceh untuk masyarakat dunia.

Festival ini mengikutsertakan produsen dan pengusaha kopi Aceh dan warung kopi yang ada di Banda Aceh.

Opening ceremony di mulai pukul 20.00 sampai 23.00 WIB oleh Gubernur Aceh, Bapak Irwandi Yusuf. Diikuti acara pagelaran seni tradisional dan musik akustik, serta games minum kopi terbanyak dan tebak jenis kopi.

Acara ini dimeriahkan pula dengan kehadiran komunitas-komunitas hobby yang ada di Banda Aceh dengan acara "ngopi bareng komunitas". Diikuti oleh komunitas Android, magician (scream), Aceh Fotografi, Aceh Model Community, Iloveaceh, Kaskus Aceh (RATM), Kutaraja Fixie, Expratriat, Kopiah, dan komunitas blogger Aceh (ABC).

Para pengunjung juga berkesempatan menikmati kopi bareng calon kandidat pemimpin pemerintahan pada pilkada yang akan datang. Pada hari penutupan festival diadakan acara Pemecahan Rekor MURI Saring Kopi Terlama, dan parade kembang api.







Sumber:
Liza Fathia, Aceh Coffee Festival 2011 : Kopi Aceh untuk Dunia, 21 November 2011

read more "Aceh Coffee Festival 2011"

Friday, January 27, 2012



Kopi Aceh berasal dari Belanda yang dibawa oleh seorang pengusaha Belanda pada abad XVII melalui Batavia (sekarang Jakarta) lalu masuk ke Aceh. Kopi yang pertama sekali diperkenalkan adalah kopi jenis Arabica yang kemudian berkembang dengan jenis yang makin beragam.
Di dunia, kopi bisa dibedakan menjadi 2 kelompok berdasarkan jenisnya, yaitu kopi Arabica dan kopi Robusta. Di Aceh kedua jenis kopi ini dibudidayakan oleh masyarakat setempat. Kopi jenis Arabica umumnya dibudidayakan di wilayah dataran tinggi Tanah Gayo, termasuk Takengon, Aceh Tenggara, dan Gayo Lues. Sedangkan di Kabupaten Pidie (terutama wilayah Tangse dan Geumpang) dan Aceh Barat, masyarakat lebih menyukai mengembangkan kopi jenis Robusta.

Kondisi alam Aceh yang subur, dipadu cuaca yang mendukung, menjadikan tanaman kopi Aceh berkembang menjadi komoditas yang bermutu tinggi dan menguntungkan. Indonesia merupakan pengekspor biji kopi terbesar keempat di dunia, dan Aceh adalah salah satu penghasil kopi terbesarnya yang mampu menghasilkan sekitar 40% biji kopi jenis Arabica tingkat premium dari total panen kopi di Indonesia.


Kopi Ulee Kareng

Ulee Kareeng adalah salah satu kecamatan di Banda Aceh, Ibu Kota Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Ulee Kareng terkenal dengan kopi Ulee Karengnya. Banyak yang mengatakan jika Anda belum mampir dan mencicipi kopi di salah satu kedai kopi di Ulee Kareng, maka belum lengkap perjalanan Anda di kota Banda Aceh. Salah satu karakteristik lain dari kopi Ulee Kareng adalah warnanya yang sangat pekat.

Biji kopi Ulee Kareng dihasilkan dari biji kopi pilihan berkualitas yang berasal dari Lamno, Kabupaten Aceh Jaya. Biji-biji kopi tersebut diproduksi oleh usaha-usaha kecil menengah. Oleh penduduk setempat, bubuk kopi yang berkualitas tinggi ini kemudian diproses secara unik, sejak dari penggilingan hingga disaring menjadi secangkir minuman dengan cara yang tersendiri. Inilah sebabnya kopi Aceh, terutama kopi Ulee Kareng ini kemudian menjelma menjadi ikon Aceh itu sendiri. Kedahsyatan aroma kopi Aceh ini sudah sejak lama melegenda di Indonesia, dan saat ini sudah pula mendunia berkat banyaknya penikmat kopi dari kalangan pekerja internasional yang datang dan tinggal di Aceh selama bertahun-tahun untuk merekonstruksi Aceh pasca tsunami.

Proses pengolahan biji kopi Aceh
Foto: http://ozye-slk.blogspot.com
Untuk mendapatkan kualitas dan cita rasa dahsyat yang unik itu, biji kopi Aceh melalui proses yang panjang. Pertama sekali, biasanya, biji kopi dioven selama 4 jam penuh. Setelah mencapai kematangan 80%, biji kopi itu dicampur dengan gula dan mentega dengan takaran tertentu. Kemudian biji kopi yang telah masak digiling sampai halus. Proses ini membangkitkan aroma kopi yang kuat, cita rasa bersih serta tidak asam.

Yang membuat kopi Aceh menjadi lebih menarik adalah cara penyajiannya yang khas yang berbeda dengan cara penyajian kopi di manapun di seluruh dunia. Kopi diseduh dengan air yang dijaga tetap dalam keadaan mendidih. Seduhan kopi disaring berulang kali dengan saringan terbuat dari kain, lalu dituangkan dari satu ceret ke ceret yang lain. Hasilnya adalah kopi yang sangat pekat, harum, dan bersih tanpa mengandung bubuk kopi.


Menyajikan kopi di warung kopi di Aceh
Foto: http://kabarrafflesia.blogspot.com
Menikmati kopi Aceh bukan hanya menikmati rasanya, tetapi juga tradisi budaya. Di Aceh, kedai kopi merupakan tempat berkumpul, bertemu dan membicarakan segala topik. Bagi orang Aceh, mengunjungi kedai kopi merupakan bagian yang tak terpisahkan dari aktifitas sehari-hari. Di situ mereka bersosialisasi dan menjalin silaturahmi sambil menikmati kopi. Mereka datang untuk menikmati kopi, sebagai tempat untuk bertemu teman atau rekanan bisnis, ataupun hanya sekedar melepas lelah. "Semua masalah pasti bisa selesai di warung kopi", begitu kata orang Aceh.

Kedai kopi yang paling terkenal dan ramai dikunjungi diantaranya kedai kopi Jasa Ayah atau lebih dikenal Solong Ulee Kareeng, dan kedai kopi Chek Yuke. Kopi Aceh juga bisa ditemui di kedai-kedai kopi di seluruh sudut Kota Banda Aceh lainnya. Hanya saja, mungkin, jika minum di Ulee Kareng, akan terasa lebih nikmat?

Berikut alamat kedai kopi Jasa Ayah dan Chek Yuke:

Kopi Ulee Kareng Jasa Ayah Solong
Jl. T. Iskandar Sp. 7 Ulee Kareng
Kota Banda Aceh
Nanggroe Aceh Darussalam.

Warung Kopi Chek Yuke
Jl. Diponegoro
di jantung kota Banda Aceh
(kawasan tepi kali dekat Masjid Raya Baiturrahman)


Kopi Gayo

Gayo adalah nama suku yang mendiami daerah ini. Mayoritas masyarakat Gayo berprofesi sebagai Petani Kopi, menjadikan kopi Gayo salah satu komoditi unggulan dari Dataran Tinggi Gayo, Perkebunan kopi Gayo telah dikembangkan sejak tahun 1908, tumbuh subur dan tersebar di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah. Kedua daerah ini berada di ketinggian 1200 meter dari permukaan laut, memiliki perkebunan kopi terluas di Indonesia dengan luas sekitar 81.000 ha, dan merupakan sentra Produksi Kopi Arabica yang terbesar di Asia.

Produk kopi Gayo yang dikemas modern
Foto: http://kopikalibendo.wordpress.com

Kopi Gayo merupakan salah satu kopi khas Nusantara asal Aceh yang cukup banyak digemari oleh berbagai kalangan di dunia. Kopi Gayo memiliki aroma dan rasa yang sangat khas. Kebanyakan kopi yang ada, meninggalkan rasa pahit di lidah. Cita rasa kopi Gayo yang asli terletak pada aroma kopi yang harum dan rasa gurih hampir tidak pahit. Bahkan ada yang berpendapat bahwa rasa kopi Gayo melebihi cita rasa kopi Blue Mountain yang berasal dari Jamaika.

Uji citarasa salah satunya dilakukan oleh Christopher Davidson salah seorang cupper internasional. Christopher mengatakan bahwa kopi Gayo memiliki keunikan tersendiri yang dikenal dengan istilah "heavy body and light acidity", yakni sensasi rasa keras saat kopi diteguk dan aroma yang menggugah semangat.

Aroma kopi Aceh akan semakin menjelajah dunia ketika kopi ini telah menjadi salah satu menu dalam kedai kopi internasional, Starbucks Coffee. Seteguk demi seteguk kopi Aceh pun akan sampai ke lidah orang-orang dari mancanegara. Kenikmatan tiada taranya ketika menghirup kopi Aceh pun akan semakin bisa dinikmati warga dunia lainnya. Singkat kata, sekali mencoba kopi Aceh, dijamin pasti jatuh hati. Besok atau lusa nanti mesti kembali untuk merasakan kenikmatan aromanya lagi.


Catatam Tambahan

Berikut beberapa fakta perbedaan kopi Arabica dan Robusta:

Tabel perbedaan antara kopi Arabica dan Robusta

ARABICA ROBUSTA
Tahun ditemukan 1753 1895
Kromosom (2n) 44 22
Waktu dari berbunga sampai berbuah 9 bulan 10-11 bulan
Berbunga setelah hujan tidak tetap
Buah matang jatuh di pohon
Produksi (kg/ha) 1500-3000 2300-4000
Akar dalam Dangkal
Temperatur optimal (rata2 /tahun) 15-24° C 24-30° C
Curah hujan optimal 1500-2000 mm 2000-3000 mm
Pertumbuhan maksimum 1000-2000 m 0-700 m
Kandungan kafein 0,8-1,4% 1,7-4,0%
Bentuk biji datar Oval
Karakter rebusan asam Pahit



Dikutip dari:
http://www.iftfishing.com/city/featured/kuliner2/jajanan/kopi-aceh
read more "Asal Usul Kopi Aceh"
 

SIAPA KAMI

KopiAceh.com adalah bagian dari Meuligoe.com, sebuah perusahaan internet marketing berpusat di Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam, Indonesia.

KopiAceh.com adalah penjual online bubuk kopi Aceh yang terpercaya dan selalu memberikan layanan memuaskan bagi konsumen. Penjualan online ini sudah kami mulai sejak tahun 2009.

KopiAceh.com menjual produk yang sudah diproses dan dikemas secara modern oleh pengusaha-pengusaha kopi di Aceh sesuai dengan standar pengelohan makanan yang ditetapkan pemerintah. Merek dagang bubuk kopi yang ditawarkan adalah milik perusahaan tersebut.

Berbelanjalah hanya di KopiAceh.com untuk jaminan mendapatkan produk kopi Aceh asli.

CONTACT


BANK

BANK MANDIRI Syariah
No. Rekening : 34.3000.9641
Atas Nama : Maulidin, S. Manik

BANK MANDIRI
No. Rekening : 105.000.5277.490
Atas Nama : Ahmad Fitri Annahar

Pemesanan

Hubungi kami via:
  • Messenger
  • Email
  • SMS

Transfer uang sesuai jumlah orderan dengan menyebutkan nama produk dan jumlah yang dipesan beserta ongkos kirim yang cukup menurut lokasi Anda berada dan kurir yang Anda sukai.